Apakah Suami Wajib Memenuhi Kebutuhan Kosmetik Istri? Bagaimana Seharusnya?

Posted on

Jaman sekarang kosmetik tidak bisa lepas dari kehidupan perempuan bahkan menjadi kebutuhan pokoknya. Lalu apakah suami wajib memenuhi kebutuhan kosmetik istrinya, sedangkan semua kebutuhan istri menjadi tanggung jawab suami.

Didalam Al-Qur,an dijelaskan mengenai hal ini, lalu bagaimana pandangan sebagian ulama mengenai penafsiran terhadap tersebut.

Loading...

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 233,

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan, kewajiban ayah ialah memberikan makan dan pakaian kepada ibu anaknya dengan cara yang ma’ruf…”

Selanjutnya, dalam QS At-Thalaaq (65) ayat 6 Allah berfirman,

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ ۚ

Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.

Menurut K.H Husein Muhammad dalam bukunya Fiqh Perempuan, nafkah yang wajib diberikan suami kepada istri meliputi makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Diperkuat oleh Imam Nawawi yang mengatakan bahwa nafkah yang wajib diberikan kepada istri adalah pakaian, tempat tinggal, makanan, pembantu jika dibutuhkan dan juga peralatan rumah tangga. Sedangkan nafkah alat kencatikan atau kosmetik tidak termasuk kewajiban suami kecuali hanya sebatas untuk menghilangkan bau badan.

Bahkan Khatib Asy-Syirbini menambahkan bahwa nafkaha kesehatan, obat-obatan bukanlah kewajiban suami. Namun ulama ulama kotemporer, Wahbah Zuhaili tidak sepakat, karena menurutnya pendapat Syarbini zaman sekarang sudah berbeda dengan zaman dulu yang belum menjadikan biaya kesehatan juga kecantikan sebagai kebutuhan pokok.

Al-Zahrawi, seorang dokter ahli bedah Muslim di Andalusia mengatakan bahwa istri berhak mendapatkan anggaran kosmetik dari suaminya dengan tujuan merawat diri dan menjaga kesehatan. Ia juga menatakan bahwa merawat tubuh adalah aturan didalam Islam. Karena Islam mengatur car berpakaian, merawat diri sehingga hal itu termasuk kewajiban suami.

Namun semua itu tergantung sang suami apakah ia menikmati dan suka terhadap istrinya yang menggunakan make up, jika sang suami suka maka wajib memberi nafkah jika tidak maka tidak perlu.

Karena Islam mengharuskan suami-istri tetap memperkokoh perasaan cintanya, tentang hukum wajib tidaknya seorang suami menafkahi istri dari segi kosmetik maka kembali pada pribadi masing-masing apakah istrinya butuh dan sang suami suka atau tidak.

Jika sang suami menginginkan istrinya cantik dengan tujuan menjaga keharmonisan rumah tangga maka sang suami wajib memberikan nafkah. Akan tetapi jika suami tidak menghendaki hal itu maka dia tidak berkewajiban menjamin nafkah kosmetik kepada istrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *